SELAMAT DATANG DI WEBLOG KAMI

Wednesday, June 15, 2011

budaya, agama, bahasa dan perguruan tinggi di banten

* Suku bangsa Banten (47%), Sunda (23%), Jawa (12%), Betawi (10%), Tionghoa (1%) [3]
* Agama Islam (96,6%), Kristen (1,2%), Katolik (1%), Buddha (0,7%), Hindu (0,4%)
* Bahasa Sunda, Jawa Banten, Indonesia, dan Betawi.
Banten adalah sebuah provinsi di Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya merupakan bagian
dari Provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada
di Kota Serang.
Wilayah laut Banten merupakan
salah satu jalur laut potensial,
Selat Sunda merupakan salah
satu jalur lalu lintas laut yang
strategis karena dapat dilalui
kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara misalnya Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di samping itu Banten merupakan
jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera. Bila dikaitkan posisi geografis dan
pemerintahan maka wilayah
Banten terutama Kota
Tangerang dan Kabupaten
Tangerang merupakan wilayah
penyangga bagi Jakarta. Secara ekonomi wilayah Banten memiliki
banyak industri. Wilayah Provinsi Banten juga memiliki beberapa pelabuhan laut yang dikembangkan sebagai antisipasi
untuk menampung kelebihan
kapasitas dari pelabuhan laut di
Jakarta dan ditujukan untuk
menjadi pelabuhan alternatif
selain Singapura.
Batas wilayah Utara Laut Jawa, Selatan Samudera Indonesia, Barat Selat Sunda, Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Jawa Barat
Wilayah datar (kemiringan 0 -
2 %) seluas 574.090 hektare Wilayah bergelombang
(kemiringan 2 - 15%) seluas
186.320 hektare Wilayah curam (kemiringan 15 -
40%) seluas 118.470,50 hektare
Sebagian besar anggota
masyarakat memeluk agama Islam dengan semangat religius yang tinggi, tetapi pemeluk
agama lain dapat hidup
berdampingan dengan damai. Potensi dan kekhasan budaya
masyarakat Banten, antara lain
seni bela diri Pencak silat, Debus, Rudad, Umbruk, Tari Saman, Tari
Topeng, Tari Cokek, Dog-dog,
Palingtung, dan Lojor. Di samping
itu juga terdapat peninggalan
warisan leluhur antara lain Masjid
Agung Banten Lama, Makam Keramat Panjang, dan masih
banyak peninggalan lainnya. Di Provinsi Banten terdapat Suku Baduy. Suku Baduy Dalam merupakan suku asli Sunda Banten yang masih menjaga
tradisi anti modernisasi, baik
cara berpakaian maupun pola
hidup lainnya. Suku Baduy-
Rawayan tinggal di kawasan
Cagar Budaya Pegunungan Kendeng seluas 5.101,85 hektare
di daerah Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Perkampungan masyarakat
Baduy umumnya terletak di
daerah aliran Sungai Ciujung di
Pegunungan Kendeng. Daerah ini
dikenal sebagai wilayah tanah
titipan dari nenek moyang, yang harus dipelihara dan dijaga baik-
baik, tidak boleh dirusak.
Penduduk asli yang hidup di
Provinsi Banten berbicara
menggunakan dialek yang
merupakan turunan dari bahasa Sunda Kuno. Dialek tersebut dikelompokkan sebagai bahasa
kasar dalam bahasa Sunda modern, yang memiliki beberapa
tingkatan dari tingkat halus
sampai tingkat kasar (informal),
yang pertama tercipta pada
masa Kesultanan Mataram menguasai Priangan (bagian timur Provinsi Jawa Barat).
Namun demikian, di Wilayah
Banten Selatan Seperti Lebak dan Pandeglangmenggunakan Bahasa Sunda Campuran Sunda
Kuno, Sunda Modern dan Bahasa
Indonesia, di Serang dan Cilegon, bahasa Jawa Banten digunakan oleh etnik Jawa. Dan, di bagian
utara Kota Tangerang, bahasa Indonesia dengan dialek Betawi juga digunakan oleh pendatang
beretnis Betawi. Di samping
bahasa Sunda, bahasa Jawa dan dialek Betawi, bahasa Indonesia
juga digunakan terutama oleh
pendatang dari bagian lain
Indonesia.
Daftar gubernur dan Wakil
Gubernur Pada saat terbentuknya Provinsi
Banten, Gubernur Hakamudin
Djamal dipilih oleh Pemerintah
Pusat. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Djoko Munandar dan Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur
Banten pertama. Pada awal
2006, Atut Chosiyah sebagai
Pelaksana Tugas Gubernur.
Akhirnya, tanggal 6 Desember
2006 dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah langsung, yang
dimenangi oleh pasangan Ratu
Atut Choisiyah dan Mohammad Masduki, kedua-duanya menjabat pada periode 2007-2011.
Perguruan Tinggi di Banten : Universitas Pelita Harapan, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa, Universitas Pamulang, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah, Universitas Islam Syekh Yusuf
Tangerang, Universitas Swiss German
Serpong, Universitas Pramita Indonesia Institut Teknologi Indonesia
Serpong, Universitas Serang Raya, Universitas Mathla'ul Anwar Banten, IAIN Banten, STIA Maulana Yusuf Banten, STAKAD Perguruan Buddhi, STMIK Raharja, STKIP Setia budhi Rangkas bitung Bina Sarana Informatika, BSD Politeknik Piksi Input Serang, Universitas Banten Membangun Politeknik Krakatau Sekolah Tinggi Agama Buddha
Negeri Sriwijaya Tangerang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Banten, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Yuppentek Tangerang

No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan dan tidak mengandung sara